Avenu Shalom Alaechim! Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.**** Yeh. 1:28 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,Yer 9:23.

21 Januari 2014

Semua Orang Ingin Hadiah

Lord, teach me that my prayers
can only be answered
after the big pause of letting go.




Awan dan angin tanpa hujan, 
demikianlah orang yang menyombongkan diri
dengan hadiah yang tidak pernah diberikannya.
Ams. 25:16 


     Ya, semua orang ingin mendapat hadiah. Tidak perduli dia orang kaya atau orang miskin, berumur tua atau muda, pemalu atau tidak tahu malu, berhak atau tidak berhak. Wah yang terakhir yang agak berat, "berhak atau tidak berhak".
    Dikisahkan seorang pemuda yang dipercaya tuannya untuk membagikan 800 hadiah untuk dibagi-bagikan kepada para tamu-tamu pesta. Si tuan ingin membagikan hadiah-hadiah yang sudah ia siapkan bagi teman-temannya yang diundang ke pestanya. Tentu sang tuan juga menyediakan hadiah lebih dari sejumlah 800. "Siapa tahu ada kekurangan atau tamu yang datang bertambah diluar perkiraannya", pikir si Tuan. 

Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri
atau memberi hadiah kepada orang kaya,
hanya merugikan diri saja. Ams 22:16 


    Adapun si pemuda yang mendapat kepercayaan si Tuan, berusaha sungguh-sungguh dalam pekerjaan sederhana itu, yaitu sebagai pembagi. Ia hitung terlebih dahulu, jumlah seluruh hadiahnya, ada 1.000 buah. 1.000 hadiah itu terbagi dalam beberapa kotak besar dan kecil dengan jumlah yang berbeda-beda. Si Tuan berpesan untuk tidak membuka semuanya dahulu, jadi ada kotak yang disisakan tidak dibuka.
    Dan saatnyapun tiba. para tamu berduyun-duyun datang ke pesta itu. Mereka ada yang dari golongan orang-orang kaya, menengah, dan biasa saja. Ada yang berdandan sederhana, adapula yang sangat mewah. Setelah para tamu puas makan dan minum mereka pun menuju tempat dimana dapat menukarkan kartu untuk ditukar dengan hadiah dari si Tuan. Ada dua jenis kartu yang disiapkan si Tuan. Kartu pertama untuk dipakai berfoto sekaligus ditukar kenang-kenangan berupa foto, dan kartu kedua untuk mengambil hadiah bingkisan.

Ternyata ada berbagai macam tipe-tipe perilaku tamu, antara lain:
1. Ada yang menyerahkan kedua jenis kartu sekaligus ditempat pengambilan hadiah bingkisan.
2. Ada yang memakai kartu untuk berfoto tapi untuk ditukarkan dengan hadiah bingkisan.
3. Ada yang yang benar yaitu dengan menukarkan kartu hadiah untuk mengambil hadiah bingkisan.
4. Ada yang meminta hadiah tanpa kartu pengambilan hadiah karena hilang
5. Ada yang sudah tahu kartu untuk berfoto tapi berusaha dengan sengaja menukarkan dengan hadiah
6. Ada yang tidak punya kartu alias bukan tamu undangan tetapi meminta hadiah
7. Ada yang punya satu kartu tapi meminta dua hadiah bingkisan.
8. Ada yang punya satu kartu tapi meminta hadiah bingkisan lebih dari dua
9. Ada yang memaksa meminta hadiah bingkisan meskipun tidak punya kartu.
10. Ada yang berhak mendapat hadiah tapi karena tidak dapat menunjukkan kartunya, rela tidak membawa hadiah
11. Ada yang menukarkan hadiah dengan memilih sendiri.




Kemudian Daniel menjawab raja: "Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku. Dan 5:17  



     Demikianlah tipe-tipe para tamu undangan. Lalu termasuk tipe yang manakah saudara? 

dan berlari-lari kepada tujuan 
untuk memperoleh hadiah,
yaitu panggilan sorgawi
dari Allah dalam Kristus Yesus. Flp 3:14 

    

20 Januari 2014

Candi Banyunibo, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Banyunibo
Banyunibo Temple




Candi Banyunibo merupakan kompleks percandian yang terletak di dusun Cepik, kelurahan Bokoharjo, kecamatan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Candi Banyunibo dibangun di dataran yang dikelilingi oleh perbukitan di sebelah utara, timur, dan selatan. Candi ini ditemukan kembali dalam keadaan runtuh pada bulan November 1940, selanjutnya dilakukan penelitian sampai tahun 1942 yang berhasil menyusun kembali bagian atap dan pintu candi. Sampai tahun 1962 berhasil menyelesaikan subasement, kaki candi, tubuh candi serta pagar sisi utara. Pemugaran candi Banyunibo dapat diselesaiakan pada tahun 1978. Candi Banyunibo terdiri dari satu buah bangunan induk dan 6 buah candi perwara yang terdiri dari 3 buah candi perwara selatan dan 3 buah perwara timur.




Candi Induk

Candi induk Banyunibo menghadap ke arah Barat, pada bagian kiri dan kanan tangga terdapat pipi tangga yang terdapat pahatan tokoh-tokoh yang belum dapat diketahui identitasnya. Pada bagian ambang pintu masuk, terdapat hiasan kalamakara (?), sedangkan pada bagian ujung pipi tangga terdapat hiasan makara yang berakhir dengan relief seekor singa.


Tubuh candi berbentuk tambun dan pada bagian dinding penampil sebelah selatan terdapat relief seorang wanita yang dikerumuni anak-anak, sedangkan relief di dinding utara menggambarkan seorang pria dalam posisi duduk. Candi Banyunibo mempunyai ukuran 15,325 x 14,25 m dengan tinggi 14,25 m, tinggi kaki candi adalah 2,5 m, masing-masing sudut candi terdapat Jaladwara yang berfungsi sebagai saluran air hujan.

Kaki candi Banyunibo pada masing-masing sisinya dibagi menjadi beberapa bidang (panel) yang berisi hiasan berupa tumbuh-tumbuhan yang keluar dari pot-pot bunga berbentuk seperti sandaran lampu duduk, pinggan, buah wortel, dan siput yang dianggap sebagai lambang kehidupan atau kesuburan. Di atas kaki candi terdapat selasar tanpa pagar langkan yang berfungsi sebagai jalan untuk mengelilingi candi. Kedua relief tersebut menggambarkan Hariti, dewi kesuburan dalam agama Budha, dan Vaisnawana (suaminya). Di sisi dalam dan luar terdapat relief tokoh Kuwera(?).


Didalam tubuh candi terdapat bilik yang berukuran 6.875 x 4,5m. Bagian dinding candi terdapat jendela-jendela yang dihias dengan pilaster.
Atap candi Banyunibo bagian bawah berbentuk daun bunga padma (ghania) yang di atasnya diletakkan puncak atap berbentuk stupa terdiri dari prasadha harmika dan yasti. Hal tersebut menunjukkan candi Banyunibo berlatar belakang agama Budha. (sumber: spanduk di kompleks candi Banyunibo)







16 Januari 2014

Baca Novel, Tingkatkan IQ


Baca Novel dapat Meningkatkan IQ


Senangnya membaca tuntas sebuah novel

     Senang rasanya, hari Selasa 14 Januari 2014 akhirnya usai sudah kubaca novel setebal 319 halaman seperti gambar di atas. Novel berjudul, Gunung Kelima atau "The Fifth Mountain" karangan Paulo Coelho cukup menarik. Paulo Coelho melukiskan perjalanan hidupnya seperti kisah nabi Elia dalam kitab Perjanjian Lama. Tidak sama persis sih... tapi mungkin bagi anak-anak yang membacanya perlu memahami kisah nabi Elia yang sesungguhnya dahulu agar tidak salah mengerti.

Manfaat Baca Novel

     Biasanya aku suka baca buku-buku non fiksi. Tapi komitmen di 2014 memaksaku untuk mencekoki otak ini dengan novel-novel. Beberapa artikel mengatakan bahwa membaca novel akan meningkatkan kecerdasan intelektual kita. Bahkan obrolanku dengan seorang penulis yang juga kutu buku novel, bahwa dengan rajin membaca novel, maka wawasan kita akan semakin bertambah dan terasah. Contohnya kita bisa tahu bagaimana seluk-beluk kehidupan atau dunia malam, tanpa pernah sama sekali mengenal dunia malam. Kita bisa tahu karena ada seseorang yang menuliskannya dari pengalaman pribadinya. Dan imajinasi-imajinasi kita bisa semakin terasah dengan pengalaman penulis yang tertuang dalam sebuah novel yang kita baca. Bisa memahami perwatakan orang, masuk dalam konflik yang mungkin sama sekali kita belum pernah alami, dan lain sebagainya.

Pelajaran dari novel "The Fifth Mountain"

     Nah, lalu sedikit yang ingin aku bagi ke temen-temen tentang novel Paulo Coelho kali ini, antara lain:

1. Kita perlu berkaca dan mewarisi keteladanan tokoh dalam Alkitab.
    Paulo Coelho telah memilih menghayati hidupnya seperti dalam sisi-sisi manusiawi yang dialami nabi Elia. sebab Alkitab tidak memrinci tentang sisi-sisi manusiawi atau konflik batin dan mungkin kesendirian dan penderitaan yang dialami nabi Elia. Bagaimana situasi-situasi yang mencekam yang dialami nabi Elia. Ketika nabi Elia harus menjadi buron karena kebijakan kerajaan saat itu bahwa semua nabi Allah saat itu harus dibunuh. Elia harus melarikan diri atau menyelamatkan nyawanya dan tinggal di sungai Kerit. Elia harus berjuang dalam keputusasaanya dengan 'dialog' bersama burung gagak. Di mana burung gagak dalam beberapa kisah biasanya digambarkan dengan 'pembawa berita kematian' tapi toh dipakai Tuhan bertugas memberi makan Elia dengan membawa roti dan daging.
     Selajutnya perjalanan Elia menuju Sarfat. kota dimana malaikat Tuhan berpesan untuk menyelesaikan suatu misi mulia. Di Sarfat-lah Elia dibentuk Tuhan. Ia harus bertemu dengan seorang janda miskin. Dimana keduanya saling beradu pendapat untuk memperjuangkan hidup matinya masing-masing. Elia juga diajari bagaimana ia dapat membuat mukjizat minyak yang akan keluar terus selama musim kemarau dirumah janda tersebut. Namun klimaks berlanjut dalam kisah si anak janda Sarfat yang mendadak sakit dan akhirnya nyawanya tidak tertolong. Diilustrasikan Elia dipersalahkan oleh penduduk setempat, dan juga manjadi pusat kambing hitam penyebab bencana di kota itu. Bahkan usaha Elia pun tidak secepatnya membuahkan hasil. usahanya dalam berdoa agar si anak hidup kembali tidak langsung terjawab. meletakkan tongkat di atas mayat anak itu juga belum membuat anak hidup kembali. Tapi ditengah usahanya yang seolah-olah bukan seperti nabi yang selalu mujarab pada akhirnya dapat membangkitkan si anak dari maut.
   
2. Konflik Asasi
    Dalam novel Gunung Kelima ini dikisahkan bagaimana Elia berjuang untuk menegakkan perdamaian. Meskipun ia bukan pengambil keputusan. Namun sangatlah sulit meneggakkan perdamaian itu. Mungkin penulis sangat menghargai hak-hak asasi manusia. Elia lebih yakin perdamaian lebih baik daripada perang. Bahkan kekerasan bukan jalan yang baik. Dan dalam kisah Jenderal Asyur yang harus tewas dalam cara dirajam, penggambarannya sangatlah menyentuh. Kebijakan dan konflik antara penguasa dan pelaksana eksekutor ternyata tidak mudah dipertemukan kata sepakat.

3. Sistem penulisan Byblos (Coelho:159)
     Semenjak orang atau bangsa mengenal alfabet atau tulisan, maka berubahlah peradaban bangsa itu. Dengan tulisan maka sejarah dapat diabadikan, diwariskan, dan dituturkan. Tulisan menjadi alat bukti bahwa generasi terdahulu ingin menyampaikan pesan bahwa mereka adalah bangsa yang menunjung tinggi perdamaian dan negosiasi.
     Alfabet adalah inovasi bangsa Yunani dengan manambah lima huruf yaitu huruf vokal kepada dua puluhan huruf Byblos. Sistem alfabet sangat bermanfaat dalam kontak dagang antar bangsa-bangsa.

4. Hidup itu naik dan turun dan seterusnya.
    Tiap orang punya mimpi dan cita-cita. Tapi Tuhan dalam menuntun kita atau penulis sungguh melewati jalan yang naik turun. Namun penulis berpesan bahwa kita tidak boleh menyerah dalam meraih cita-cita. Namun ada saatnya dalam suatu hidup adalah baik jika sesuatu itu harus dihancurkan atau dibakar atau diremukkan terlebih dahulu. Dan pejuang akan tetap memiliki semangat untuk memberbaiki masa depannya lebih baik. Selain itu hal-hal yang tidak bisa kita ubah harus kita relakan.

"Dan pejuang selalu tahu apa yang layak diperjuangkan. Dia tidak akan maju perang demi hal-hal yang bukan urusannya, dan dia tidak membuang-buang waktu untuk provokasi-provokasi.
"Pejuang juga bisa menerima kekalahan. Dia tidak menganggap enteng kekalahan, juga tidak berusaha mengubahnya menjadi kemenangan. Dia menelan kepahitan akibat kekalahan; dia akan bangkit kembali dan memulai segalanya dari awal. Pejuang tahu bahwa perang terdiri atas banyak pertempuran; dan dia akan terus maju. (Coelho:277-288)

5. Nama baru
     Dari peristiwa kehancuran kota itu serta kematian perempuan yang dicintainya, Elia belajar memahami bahwa dia pun perlu mempunyai nama baru. Dan pada saat itulah dia menamai hidupnya Pembebasan, (Coelho:270). Dan untuk ini aku menyebut diriku sebagai.... 'Yang dikaruniai'.

6. Menjadi Gubernur
     Dan pada akhirnya Elia dipilih rakyat menjabat sebagai gubernur di Akbar. Dan gubernur selanjutnya adalah anak si janda di Sarfat. Novel ini diakhiri dengan happy ending. perjalanan sebuah kota yang dihancurkan dan berubah menjadi kota yang tetap menjaga kedamaian dan keindahan.

Anak laki-laki itu tumbuh dewasa, menjadi gubernur di kota, dan dikenal sebagai orang bijak dikalangan rekan-rekannya. Dia meninggal dalam usia tua, ditengah-tengah orang yang disayanginya, dan kata-kata yang selalu dia ucapkan adalah, 

"Kota ini harus dijaga tetap indah dan kokoh,
sebab ibuku masih melangkah di jalanan-jalananya"
(Coelho: 314)





31 Desember 2013

Selamat Datang Lembaran Baru 2014

HIDUP CERMAT DI TAHUN BARU 2014

Tetapi jawab Ayub kepadanya:... 
Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, 
tetapi tidak mau menerima yang buruk?"... 
Ayb. 2:10




Dua Pilihan

     Silahkan pilih, baik atau buruk? Tentu kita semua akan memilih yang baik. Demikian juga Tuhan merancangkan yang baik kepada kita semua. Namun kita tidak menafikan hal buruk itu datang. Dan seolah-olah begitu terukir dalam perjalanan hidup kita. Tapi saya mengistilahkan hal buruk yang saya alami sebagai 'pendewasa hidup'. Hal buruk mengajari kita untuk tetap tekun, ia memberi pelajaran untuk tetap kuat, dan saat harus bertemu pada pilihan sulit, ia menunjukkan dua pilihan, yaitu: di satu sisi sebuah harapan dan di sisi yang lain peneguhan. 
     Dalam perenungan Natal 2013 mendasari kita tentang sebuah nama lain Yesus, yaitu kata 'Imanuel'. Sedangkan dalam Perjanjian Lama, yaitu Raja Damai. 'Imanuel' memberi kesaksian kepada saya bahwa Allah tetap bekerja dalam hidup saya, dalam saat yang baik dan tidak baik (seperti lagu KJ yang dilantunkan Zico, Tuhan menjagamu...waktu tenang atau tegang). Sedangkan 'Raja Damai', menggerakkan saya untuk berdamai dalam situasi baik dan juga yang tidak baik. Meraih impian dengan cara damai dan tidak menyalahkan orang lain di sekitar kita. Sekaligus menerima kekalahan, kegagalan, dan tidak terpenuhinya keinginan kita.


Sebab barangsiapa meninggikan diri,
ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri,
ia akan ditinggikan."
Luk 14:11  



Tuhan Adalah Jalan

     Tidak perlu bersedih. Kita masih dapat memperjuangkan hal baik dan janji Tuhan kita alami. Masih ada jalan bagi orang percaya. Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui AkuYoh 14:6. Dia buka jalan, saat tiada jalan. Dia bekerja dijalan-Nya, tak terlihat oleh kita... dst. Seperti petikan nyanyian di atas yang mengingatkan kita bahwa Tuhan itu Jalan. Saat tiada jalan, Tuhan membuka jalan. Luar biasa.
     Saat bangsa Israel dikejar Firaun dan pasukannya, mereka terjebak karena tiada jalan. Tapi Tuhan membuat jalan melalui laut. Ada juga kisah Zakharia sang imam yang menjadi bisu. Mungkin reaksinya yang shock seolah tidak percaya, bahwa nubuatan nabi-nabi perjanjian lama akan tergenapi melaluinya. Penantian panjang umat Israel akan akan seorang nabi besar yang penuh dengan roh Nabi Elia ternyata akan lahir dalam keluarganya. Sosok nabi besar yang akan mendahului sebelum kedatangan Mesias. Bukti bahwa Allah bekerja menurut jalan-Nya yang tak terlihat oleh kita.


Yes. 43:16-18
 Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat, yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah  —  mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu  — , firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!

     Tidak hanya saat mengalami kebuntuan. Tapi saat mengalami persoalan yang sukar Tuhan akan memberi jalan keluar. Seperti tertulis dalam 
1Kor 10:13 
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.


Give Thanks

     Seperti syair dalam lagu Give Thanks. Saya mau berkata aku kuat (yang lemah), aku kaya (yang miskin). Ya benar. Saat ini saya merasa kuat. Sebab bukan saya yang telah melakukan perkara besar namun kekuatan besar itu dari Tuhan sendiri. Saya mendapat kekuatan Tuhan dari kegagalan saya. Saya masih bisa menerima kegagalan dan berpikir jernih. Dan saya benar-benar kaya. Kekayaan itu adalah rasa damai dan kekuatan berdamai dan cara damai untuk mengubah lagi kegagalan menjadi keberhasilan. Terus berharap akan janji Tuhan. Sebab Tuhan adalah jalan.



Semangat tempur 

     Untuk itu dalam lembaran baru di tahun 2014, mari kobarkan semangat tempur kita. Seperti yang dibiasakan para raja di zaman Perjanjian Lama yaitu:


Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang,
maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba,
sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
2Sam 11:1 

     Mari kita cermati kelemahan-kelemahan kita. Dan kita perkuat kekuatan kita. Perang yang baik harus dengan strategi yang cermat. Dalam mencermatinya dibutuhkan berbagai 'adjust' dalam hidup kita. 

Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Mi 4:3 

     So, berikut strategi perang yang sesungguhnya di tahun 2014:
1. Imanuel. Minta penyertaan Tuhan.
2. Raja Damai. Meraih cita-cita dengan cara damai.
3. Jalan. Yesuslah jalan kita.
4. Mata bajak & pisau pemangkas. Membinasakan lawan dengan kerja keras dan inovasi yang tepat.


25 Desember 2013

Hadiah Natal 2013




Hari-hari yang Cepat Berlalu

     Satu tahun berlalu begitu cepat. Banyak sudah yg kita lakukan di tahun 2013. Dan tentu, di tahun-tahun sebelumnya. Ada catatan-catatan baik, prestasi-prestasi gemilang. Tapi ada juga cerita-cerita buruk, sedih, kecewa, dan kesendirian.
     Tahun ini, tepat tanggal 25 Desember 2013. Aku mengucap syukur kepada Tuhan atas kado Natal terbaik yang Tuhan berikan. Tapi bukan seperti yang keluar dari kantung sinterklas, ataupun hadiah-hadiah gemerlap yang dibeli di toko-toko ataupun mall dan plaza. Nah, hadiah Natal di tahun 2013 ini bagiku adalah ujian iman.
     
Ujian Iman

     Saat upaya-upaya dicoba, saat kesempatan terbuka, saat tes kehidupan dilalui. Dan persiapan paling optimalpun disiapkan, ternyata.... Apa yang aku pikirkan, impikan, dan cita-citakan belum membuahkan hasil. Tapi doa telah membuatku kuat. Aku tidak lemah dan hilang harapan baru.

Tanda-tanda itu Mulai Pudar?

1. Pelangi
    Pelangi atau Busur Allah adalah janji Tuhan sejak zaman nabi Nuh. Tanda ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak akan menghukum bumi lagi dengan air bah.
    "Tetapi Tuhan, mengapa ada topan yang mengerikan dan menyapu kehidupan di bumi?" tanyaku dalam hati.
    Pelangi = janji. Tapi aku tidak akan tahu kapan akan datang waktu janji itu digenapi? Sampai mungkin nantinya aku akan dapat bersaksi.

2. Mazmur 37:6, Roma 5:5
    Mzm 37:6  Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Mungkin banyak     kebetulan dalam hidup ini menemukan ayat-ayat yang indah. Dan tentu bukan ayat ini saja. Apalagi  merenungkan bahan bacaan di masa Advent. Kisah hidup imam Zakharia, Elisabeth, Maria, dan lainnya.
    Apakah Tuhan senang berjanji? Tapi digenapi hanya untuk tokoh-tokoh saleh di Alkitab saja?
   
3. Seperti Kebetulan-kebetulan dalam Keseharian
   Orang yang senantiasa mengerubungiku dan mengejarku. Tentang klaim kerugiaan yang selalu dituntutnya, tentang keluhan yang ingin ada jawabnnya, tentang order besar yang seperti tanpa alasan datangnya, tentang order spesial yang salah jurusan, tentang kecanggihan dunia digital, tentang telepon tentang pencurian, tentang apa yang terasa menjadi pesan khusus buat aku. Tapi maaf mas itu memang kebetulan.
   Menghayati renungan, menganggap semua yang merepotkan kita dan berusaha kita tolong adalah "Yesus yang sedang menyamar". Sepertinya menarik bukan?

4. Tentang Fakta
   Aku harus ingat kisah Thomas Alfa Edison, Abraham Lincoln, maaf untuk tokoh lokal aku belum punya.
   Mungkin almarhum ayahku. Sedang tokoh Alkitab yaitu Yakub. Mereka semua adalah tokoh-tokoh panutan yang tidak pernah menyerah, mencoba lagi sampai berhasil.
   Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya. Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang    lebih muda itu."Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.  Kej 29:17-20.

5. Makna Natal 2013 bagiku
   Tuhan dalam Yesaya 9:6 menyandang hal-hal yang harus diakui dan diterima, yaitu:

   1). Lambang pemerintahan ada di atas bahunya,
        Dalam semua yang kita anggap kegilaan dalam dunia ini, keserakahan, penindasan, dan pelecehan, dan lainnya. Ingatlah, bahwa Yesus yang mengenakan lambang pemerintahan di bahunya, adalah Kepala Pemerintahan di atas pemerintahan apapun yang tetap memimpin dengan benar.

   2). Penasihat Ajaib, 
        Doa adalah cara kita mendapatkan nasihat terbaik dari Tuhan. Jika kita tidak kuat, tapi ternyata mampu bertahan ataupun tidak menyerah, bukankah itu ajaib? Meski harus dalam jalan yang sama terjal.

   3). Allah yang Perkasa, 
        Manusia boleh membuat mahakarya besar yang bermaksud agar bisa dikenang kebesarannya. Tapi Allah yang Perkasa itu lahir dalam keluarga yang sederhana dan mengalami perjalanan panjang dan melelahkan. Tapi Bayi itu selamat dan tumbuh dewasa.

   4). Bapa yang Kekal,
        Semua hal dunia tidaklah kekal. Syukur kita dikarunia hal-hal yang membawa kekekalan.

   5). Raja Damai.
        Kata 'damai' mengingatkanku kepada seekor keledai beban muda. Keledai itu dipakai Yesus masuk ke  Yerusalem. Cara terbaik hidup di dunia yang 'gila' ini adalah hidup dengan 'rendah hati' untuk mendapatkan kemuliaan dan kedamaian.

Hadiah Natal Sesungguhnya

    Jadi, hadiah Natalku begitu berharga. Ia lebih mahal daripada perak, atau emas tua. Bukan sekedar untuk tidak menyerah. Tetapi berdamai terhadap diri sendiri, berdamai terhadap orang lain, dan berdamai terhadap dunia dan nafsunya.
    Selamat Natal 2013 dan menyambut Tahun Baru 2014 kepada orang-orang gagal. Sebab kegagalanmu hanyalah istilah dari dunia. Sesungguhnya kita adalah orang yang dipersiapkan Tuhan untuk maksud yang mulia.

Pkh 9:16  Kataku: "Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang."


   


27 Juli 2011

Outbond Sekolah Minggu GKJ Tanjungtirto Wilayah Kalasan

GKJ Tanjungtirto Wilayah Kalasan

Bertempat di Kompleks Taman Wisata Candi Ratu Boko.
Merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus 2011
(dok. jw).
 

Games menghapalkan benda-benda

Aktivitas membuat origami topi samurai dari kertas koran


                                                                                         Mengasah daya ingat

"Ok. guys..., waktu kalian habis!"

01 Juli 2011

SEPEDA SEHAT


SEPEDA SEHAT
OLEH KOMISI PEMUDA GKJ TANJUNGTIRTO 26 JUNI 2011:
”Tak Ada yang Ditinggalkan!”

(Ilustrasi gambar bukan dari kegiatan sebenarnya.)

..."Aku sekali-kali
tidak akan membiarkan engkau
dan Aku sekali-kali
tidak akan meninggalkan engkau."
(Ibr.  13:5)

Peristiwa jam 6 pagi
          Hawa dingin di hari Minggu pagi (26/6) tidak menyurutkan semangat orang-orang untuk menggeruduk gedung 2  GKJ Tanjungtirto di Kaliajir. Eyang-eyang sepuh, kaum bapak dan ibu, muda-mudi, remaja sampai anak-anak memarkir sepeda kumbangnya masing-masing di lokasi kejadian. Beberapa menit sebelumnya sekitar jam 6 pagi seorang bapak lewat dan ternyata pintu gereja masih digembok. Spontan si bapak berbaju biru terus mengayuh sepedanya pergi ke rumah temanya. ”Wah daripada berhenti dan membeku kedinginan, lebih baik saya mengajak teman di kampung sebelah dulu!” Beberapa saat kemudian tampak eyang Sungkowo (75) juga sudah hadir tepat waktu.
(Ilustrasi gambar bukan dari kegiatan sebenarnya.)

          Di depan gereja mbak Linda dan mbak Sita dengan sabar membagi-bagi kupon ke orang-orang. Sambil menanti peserta yang belum datang untuk daftar ulang, mbak Linda dan mas Indra menawarkan suguhan teh hangat sebagai pengusir rasa dingin. ”Teh anget, teh anget...” bak penjaja asongan, mas Indra menawari. Dagangan teh hangat pun laris manis...! Waktu menunjukkan pukul 06.33 WIB. Pak Pdt. Bambang yang sudah bersiap-siap pergi dengan motornya berhasil dicegat para pemuda. (lho berani sekali mereka mencegat hamba Tuhan? :)). Oh ternyata diminta meresmikan acara ”Sepeda Sehat GKJ Tanjungtirto” dengan doa!?! ”Ya tentu direstui lah.... !” Dengan dibekali doa kiranya di jalan tetap aman-selamat dilindungi Tuhan sampai tuntasnya acara dan bergembira ria menambah keakraban dengan sesama! Selanjutnya pak Pdt. Bambang start dahulu untuk melayani ibadah di GKJ Tanjungtirto Pepanthan Delegan.

Gara-gara telat bangun pagi
          Sebelum berangkat, panitia menasihati para peserta untuk bersepeda dengan berjajar maksimal dua orang. Lalu kira-kira 60 (ribu) peserta tua-muda dilepas serentak menggowes sepedanya dengan rute ke timur, keliling desa Berbah. Meski ada beberapa peserta yang belum daftar ulang alias telat mereka tak di tinggalkan begitu saja. Ini menunjukkan sifat gembala yang tak mau kehilangan dombanya nih! Konon salah satu peserta yang telat itu gara-gara bangun kesiangan, inisialnya (Ers). ”Wow, tidak!” Menurut kesaksiannya ia telat karena menunggu temannya yang juga mau ikut (wah setia kawan atau setia kawanan=’kesiangan’ maksudnya, he... he...).

Membonceng sepeda biar sehat
          Setelah menempuh seperempat perjalanan yang datar-datar saja, ternyata kecepatan mereka malah makin bertambah. Apalagi kalau bukan karena menuruni jalan yang sedikit curam dan menikung. Alih-alih peserta bisa menghemat energi, tampak peserta yang memboncengkan adiknnya harus bersudah payah menggowes jalan yang berubah menanjak. Karena tidak kuat mengayuh mereka malah terpingkal-pingkal berdua. Beberapa peserta yang menyalipnya jadi ikut terpingkal-pingkal melihatnya. ”Wah,... untung nggak turun ke bawah lagi!”. Wah ini nilai positif membonceng sepeda rupanya,... tertawa sehat! (asal gak kebablasan).

          Perjalanan peserta sempat berhenti di sebuah perempatan. Ternyata mobil pick up yang ditumpangi Ibu Titin, menyediakan pit stop bahan bakar berupa snack, gorengan, dan air minum. ”Wha ha... uenak!”. Setelah wajah bertambah cerah kami semua melanjutkan perjalanan sampai finish.

Tak ada yang ditinggalkan
          Peserta yang sudah sampai berbincang di lokasi finish yang juga lokasi start-nya. Kemudian para peserta disuguhi snack arem-arem dan lumpia. Tak selang lama, genap sudah semua peserta mencapai garis finish. Acara dilanjutkan bagi-bagi door prize. Salah satu sponsornya dari bengkel keluarga Reki nih! Ada yang dapat pembersih, toples kecil, biskuit, dll. Namun sayang door prize hadiah utama berupa sepeda gagal direbut, berhubung tidak ada yang berani mengorbankan salah satu sepedanya... he... he... (disumbangkan untuk hadiah maksudnya!). Dan akhirnya usai sudah acara Sepeda Sehat GKJ Tanjungtirto yang tidak dipungut biaya sepeserpun ini alias gratis... tis... tis...! Waktu menunjukkan kira-kira pukul 08.20 WIB. Setelah ditutup doa, kami saling berjabat tangan dan pulang! Dan benar, ”...tak ada yang ditinggalkan!” Salut buat panitia penyelenggara Komisi Pemuda.... cayo... kring... kring... gowes... gowes!!
-Tamat-

~ditulis oleh Ki Warsita Reja~

07 Februari 2011

Kasut Kesayangan yang Senantiasa Kita Injak

kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai seja

Kasut Kesayangan yang Senantiasa Kita Injak


kakimu berkasutkan
kerelaan untuk memberitakan Injil
damai sejahtera;
(Ef. 6:15)


Tulisan sederhana ini diabadikan untuk mengenang jasa-jasa kasut yang telah kita buang sedemikian rupa.....
Salah satu perlengkapan senjata Allah yang disebut dalam bacaan Efesus 6:11-17 adalah sebuah kasut. Kasut dalam KBBI berarti alas kaki, seperti sepatu dan selop. Sementara kasut yang dimaksud dalam Ef. 6:15 adalah kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera.
Di zaman modern seperti ini, siapa yang tidak memiliki sepatu. Bagi orang yang berkecukupan tak heran dirumahnya memiliki koleksi sepatu lebih dari satu pasang. Apalagi sepatu bagi kaum wanita, dibeli mungkin bukan sekedar fungsinya namun bisa jadi tuntutan mode atau fesyen. Kendati demikian di daerah-daerah lain toh masih ada orang-orang atau anak-anak yang menganggap sepatu sebagai barang mewah.


Bak perlengkapan senjata prajurit yang memiliki ikat pinggang, bajuzirah, perisai, ketopong, dan pedang. Namun tanpa kasut, apakah jadinya? Bahkan seorang teman pernah bercerita bahwa pernah ada kejadian, satpam melarang seseorang masuk di sebuah plaza gara-gara hal sepele, yaitu ia hanya memakai sandal bukan sepatu. Alasanya untuk menjaga keselamatan saat menaiki tangga eskalator tapi mungkin ada alasan lain.
Di kota-kota besar seperti di Bandung, kebanyakan kaum mudanya pergi memakai sepatu. Sandal ataupun sepatu sandal hampir jarang dipakai. Sementara di kota lain sandal masih umum dipakai untuk mengunjungi teman, pergi ke toko, mall, plaza, dll.
Mengapa istilah ’kasut’ oleh rasul Paulus dipakai dalam bagian perlengkapan senjata Allah? Melalui pengalaman pelayanan pemberitaan Injil, ’hal yang sederhana’ itu ternyata memiliki posisi yang mulia. Sebagus-bagusnya kasut, tempatnya selalu di bawah dan untuk diinjak. Tidak ada seseorang yang menaruh kasut di atas meja bukan? Kasut yang masih baru yang mungkin menjadi kasut kesayangan kita sekalipun tak luput dari tekanan dan tantangan. Sang tuan yang memakai kasut tak pernah berterima kasih atas jasa kasut yang menghindarkan kaki tuannya dari cedera. Kasut rela menjadi pelindung kaki tuannya dari paku yang menusuknya. Kasut merasakan dahulu kondisi entah itu panas, dingin, basah, kotor, keras, dll.
Untuk berapa lama sang tuan merawat kasut kesayangannya, sang kasut hanya bisa patuh dan tak pernah menuntut untuk dirinya mendapatkan tempat di atas. Kasut tidak dapat abadi. Ia harus setia dan kuat menahan beban tuannya. Ketika wajahnya tak lagi semuda yang dahulu, warnanya yang sudah pudar, kulitnya yang sudah tidak mulus lagi, dan mungkin aromanya yang sudah berubah, kasut siap dipensiun. 
 
Pemberitaan Injil damai sejahtera pun mengalami dinamika. Setelah melalui ujian-ujian dan tantangan dan perjalanan berkilo-kilo meter mungkin. Adakalanya kita menjadi putus asa dan berharap ada kasut lain yang membawa langkah kita lebih nyaman. Rasanya risih sekali dengan kasut kita saat ini. Enak rasanya melepaskan kasut kita sejenak dan merendam kaki kita kedalam air yang hangat atau sejuk! Tapi ingatlah, Tuhan senantiasa menyediakan kasut baru berikutnya. Jangan lupa, Tuhan menyediakan kasut yang tepat untuk perjalanan yang akan kita tempuh berikutnya! Sebab pemberitaan Injil adalah kemuliaan dan sekaligus ada salib penderitaan di dalamnya.
Tuhan memberkati!

01 Februari 2011

Sahabat-sahabat dalam Kesukaran


Sahabat-sahabat dalam Kesukaran


Sumber ilustrasi gambar diambil dari:
Widyohatmodjo, E.I.S. 1961. Babad saka Kitab Sutji, Jilid II Pradjanjian Anjar (alih bahasa Jawa). Taman Pustaka Kristen Jogjakarta: Jogjakarta.


Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,
dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
(Amsal 17:17)


Siapa peduli masalahku?
Siapakah yang peduli dengan nasib orang lain? Siapakah yang peduli dengan penderitaan Saudara? Adakah yang mau hadir setidaknya untuk sekedar mendengarkan keluhan kita? Apakah ada orang yang rela mati untuk membela orang-orang seperti kita? Adakah sosok yang mau berkorban lebih lagi bagi kita? Jawabanya: ada, orang itu adalah Yesus Kristus.
Seperti tertulis dalam Rm. 5:7-8

Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Orang baik di zaman susah
Mungkin 2 buah paragraf yang mengantar kita di atas sudah biasa kita dengar. Bagaimana jika pertanyaannya, sekarang setelah zaman Yesus? Adakah orang yang masih meneladani sifat kasih Kristus yang tidak hanya rela menderita namun mengorbankan nyawa-Nya? Jawabanya pun masih ada. Bahkan di zaman sebelum Kristus pun telah ada kisah tokoh-tokoh teladan dalam zaman Perjanjian Lama. Tapi saya tidak bermaksud agar kita mati untuk orang lain. Lebih lanjut kita akan belajar sifat-sifat rela berkorban mereka yang penuh risiko tinggi.
Di zaman yang susah dan mengeluh ini sebenarnya patutlah kita merenung dan bertanya. Dimanakah pelayanan kekristenan itu sekarang? Dan di manakah orang-orang Kristen itu sekarang? Berbagai julukan pengikut Kristus itu antara lain terkenal dengan sebutan anak-anak Allah, garam dan terang dunia, dlsb.

Guru yang Bersedia Menolong
Seorang guru pernah mengajarkan, jika ada seseorang yang membutuhkan pertolongan datang ke rumahnya meminta bantuan. Guru itu dengan tegas akan mendoakannya dan menolongnya secara nyata. Guru itu mengecam orang-orang yang hanya dapat mendoakan orang menderita tanpa mengulurkan bantuan nyata. Singkat kata, guru itu marah jika seseorang atau kita hanya bisa mendoakan penderitaan orang lain itu!
Keteladanan Kristus sesungguhnya telah jelas dan banyak dikisahkan di dalam Injil. Tetapi pengikutnya yang disebut orang Kristen sepertinya sudah puas menikmati keselamatan. Mungkin kita sudah merasa puas menjadi orang Kristen yang dijamin keselamatannya tanpa melihat orang sekeliling kita yang belum mengenal & menerima Kristus. Belum lagi yang satu iman bisa kita tolong, bagaimana dengan yang lain?

Hal gratis di zaman modern
Hampir sulit menemukan hal gratis di zaman sekarang. Alih-alih undian berhadiah yang kita harapkan, ternyata ujung-ujungnya bersyarat malah menguras dahulu uang atau pulsa kita. Kegiatan gereja mewajibkan kontribusi uang pendaftaran bagi para pesertanya. Acara Sekolah Minggu ditariki iuran dan kado silang. Generasi muda diikutkan pelatihan dan memaksa mereka untuk mempertanggungjawabkannya bagi gereja, dlsb. Masih banyak contoh-contoh hal yang tidak gratis dan ada pamrih-pamrih dibelakangnya, bahkan terjadi di gereja sekalipun.
Padahal pelayanan gereja tidak boleh memaksa. Seperti tertulis dalam 1 Pet. 5:2

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Pengambil risiko kebajikan
Yesus telah memberikan keselamatan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Meskipun dengan darah yang mahal dan pengorbanan yang besar. Nah, untuk itu mari kita bernostalgia dengan tokoh-tokoh yang juga memiliki sifat & karakter Kristus berikut ini:
  1. Stefanus (Kis. 7:55-60). Stefanus dikenal sebagai tokoh martir pertama dalam memberitakan Injil.
  2. Simon atau Petrus atau Kefas. Petrus dikenal sebagai murid Yesus yang meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan. Petrus memilih memberitakan Injil daripada kekayaan dunia. (Mat. 4:20, Kis. 3:6)
  3. Orang Samaria. Orang Samaria ini dibenarkan Tuhan karena menolong seseorang yang jatuh ke tangan penyamun-penyamun dan dirampok habis-habisan sampai sekarat karena dipukul dan dibiarkan terkapar di jalan ketika dalam perjalanan dari Yerusalem menuju Yerikho. Orang Samaria ini berbelas kasihan lalu bertindak membalut luka-luka korban, sesudah itu menyiraminya dengan minyak dan anggur, menaikkan korban pada keledai tungganganya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya, membayari dua dinar kepada pemilik penginapan dan menjamin jika ada kelebihan biaya perawatan korban tersebut. (Luk.10:30-35). Bagi saya, Orang Samaria itu mungkin memiliki profesi sebagai seorang dokter atau perawat kesehatan, berhubung tindakan medisnya yang spontan. Menyirami dengan minyak dan anggur agar tidak menjadi infeksi.
  4. Boas. Boas dikenal sebagai penebus segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon. Boas bersedia meperisteri Rut, perempuan Moab, isteri Mahlon, seorang janda, menantu Naomi yang juga seorang janda. Kelak Boas dan Rut akan menurunkan raja Daud. (Rut 4:9-11).
  5. Yonatan. Yonatan dikenal sebagai sahabat Daud, Lihat ayat-ayat berikut:
    1. 1 Sam. 18:1, Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
    2. 1 Sam. 18:3 Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri.
    3. 1 Sam. 18:4 Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.
Raja Saul yang tak lain dan tak bukan adalah ayah Yonatan sendiri, berikhtiar hendak membunuh Daud. Namun Yonatan berani mengambil risiko dengan memperingatkan raja agar mengurungkan niatnya. Bahkan mengambil risiko dengan memberitahu Daud untuk bersembunyi dan lari agar luput dibunuh oleh raja Saul. (1 Sam.19:2, 20:42)

Kasih Cuma-Cuma Masih Bisa Kita Tegakkan dan Kibarkan Bersama
Sesungguhnya masih banyak tokoh-tokoh di Alkitab yang telah memberikan teladan bagaimana mereka berani berkorban, sekalipun ada risiko besar akan menimpa mereka. Seperti Musa, ratu Ester, Mordekhai, Sadrakh, Mesakh dan Abednego, Yusuf, Hakim Yefta, Gideon, raja Firaun di zaman Yusuf, Maria ibu Yesus, Janda miskin, dlsb. Sampai di sini penulis tidak dapat menyebutkan satu per satu lagi karena akan lebih baik jika para pembaca menemukan kebenaran itu sendiri di dalam Alkitab. Merenungkan, menyelami, dan berusaha masuk dalam masa berlangsungnya kisah tokoh-tokoh Alkitab akan sangat mengharukan.
Sebagai simpulan, selamat berjuang dan memperjuangkan diri menjadi orang-orang yang dapat menebarkan kasih nyata cuma-cuma di dalam dunia yang begitu besarnya dikasihi Tuhan ini. Jangan kecewa jika belum menemukan orang Kristen seperti Kristus. Kali ini mungkin Anda bisa menjadi sahabat berikutnya bagi orang lain yang sedang mengalami kesukaran.
Tuhan bersama kita! (JN. 31/01/11)



Yefta: Pahlawan Tuhan yang Diingat Sepanjang Masa

-->
Yefta: Pahlawan Tuhan
yang Diingat Sepanjang Masa



Adapun Yefta, orang Gilead itu,
adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
tetapi ia anak seorang perempuan sundal;
ayah Yefta ialah Gilead.
(Hak.11:1)



Pahlawan Naruto
Semua pasti dapat meneruskan kalimat ini, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para... . Ya, benar. Para pahlawannya. Ayo sebutkan pahlawan-pahlawan idolamu?! Mungkin sontak jawabanya bermacam-macam, ”Jenderal Sudirman...!” ”Pangeran Diponegoro...!” ”Soekarno...!” ”Yosua..!” ”Kalau aku...aku... Naruto...!” ”Eit... siapa Naruto...! Wah ada anak kecil punya pahlawan Naruto nih! Siapa ya kira-kira guru Sekolah Mingunya?” Ha..ha ini hanya guyonan kecil tapi mungkin bisa jadi benar-benar ada.

Pahlawan yang Gagah Perkasa
Kala itu seorang guru mengajarkan kisah tokoh Alkitab masa Perjanjian Lama (PL) dalam ibadah yang dihadiri para mahasiswa. Tokoh itu belum pernah saya ketahui. Mungkin sampai saat ini pun di Sekolah Minggu atau persekutuan sudah langka mengambil kisah-kisah heroik tokoh-tokoh PL kecuali Abraham, Musa, Rahab, Yosua, Daud, Daniel, dan beberapa lainnya. Berapa yang dapat mengenal dan menceritakan kisah Hakim Yefta, Hakim Debora, Nehemia, Boas, Isybaal, ratu Ester, dll.
Adalah Yefta. Yefta disebut sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa (Hak. 11:1). Namun malang. Faktanya ia seorang pahlawan yang gagah perkasa namun harus terusir dari kaum keluarganya. Gara-garanya adalah karena Yefta anak seorang perempuan sundal (pelacur). Sampai di sini saya merasa sedih & haru.
Entah di dalam kisah Alkitab atau dalam kehidupan kita sehari-hari, banyak sekali ’pahlawan-pahlawan’ yang berjasa sekaligus diabaikan dan terabaikan. Mungkin pahlawan kita adalah ayah-ibu kita, kakek-nenek kita, presiden kita, guru kita, sahabat kita, tetangga kita, dll. Lebih-lebih Yefta dalam bahasan kita, seorang pahlawan yang gagah perkasa. Sudah pahlawan, gagah perkasa lagi! Namun diusir oleh adik-adik tirinya sendiri! Mereka menganggap Yefta tidak akan mendapatkan warisan apa-apa dari ayahnya berhubung Yefta adalah anak dari perempuan yang tidak sah.

Pahlawan yang Dibenci
Tapi tak apalah, dan tak jadi soal masalah warisan!” Demikian mungkin yang dipikir oleh Yefta. Dikisahkan Yefta kemudian pergi berpisah dengan saudaranya dan tinggal di Tob. Ternyata Yefta segera mendapat banyak teman di sana. Alih-alih teman-teman yang baik, malah segerombolan penjahat bergabung dengan Yefta dan pergi merampok. Demikian dikisahkan bahwa Yefta hidup bergaul dengan para perampok. Kalau boleh saya berpendapat bahwa Yefta telah dibesarkan dalam lingkungan para perampok. Saya lalu teringat bunyi firman Tuhan berikut ini:

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. (Yak. 2:1).

Seringkali kita menghormati secara berlebihan orang-orang kaya, jabatan tinggi, pendidikan tinggi yang jelas-jelas kasat mata. Mengapa kita malu menghargai perbuatan dan jasa baik seseorang hanya karena kulit luarnya yang kita anggap buruk?! Jangan memandang muka, ini perintah yang sulit! Kita sering tertipu oleh kemilaunya dunia.

Pahlawan Tidak Memandang Muka
Ada dua hal yang menarik yang bisa kita tangkap di sini:
  1. Yefta diusir oleh kaumnya karena ia anak seorang perempuan sundal. Julukannya sebagai pahlawan yang gagah perkasa tidak dapat membantu menaikkan harkat dan martabatnya. Kaum keluarganya telah memandang rendah Yefta.
  2. Yefta pergi berpisah dengan kaum keluarganya dan tinggal di Tob. Segerombolan perampok bergabung dengan Yefta. Yefta tidak menghindari pergaulannya dengan para perampok. Namun di ayat lain tetap membuktikan jati diri Yefta sebagai seorang yang beribadah kepada Tuhan (Hak. 11:11).

Pahlawan Dipilih Tuhan
Hari berganti hari dan tibalah rupanya roda sedang berputar. Orang Israel menghadapi kesukaran karena peperangan melawan bani Amon. Para tua-tua (pemuka) Gilead pergi ke Tob bermaksud menjemput Yefta. Kaum keluarga Yefta yang dahulu membenci dan mengusirnya hendak mengangkat kembali Yefta sebagai panglima perang menghadapi bani Amon. Nah, kisah Yefta yang masih berlanjut di atas saya hentikan di sini. Silakan pembaca meneruskanya secara lengkap dalam kitab Hakim-hakim pasal 11.
Yang bisa kita petik diantaranya yaitu:
  1. Disadari atau tidak, kita mungkin pernah atau sedang mengabaikan, mengusir, atau bahkan menelantarkan pahlawan-pahlawan disekitar kita.
  2. Memandang muka kondisi negatif yang sedang disandang atau dialami pahlawan kita, bisa membuat kita tinggi hati dan pada akhirnya sangat membenci, memaki pahlawan kita. Bahkan lebih parah menginjak harkat dan martabatnya.
  3. Seorang pahlawan memiliki sifat ketabahan yang tinggi. Bisa terus beradaptasi di lingkungan jahat tanpa ikut melakukan kejahatan.
  4. Roda berputar, emas yang dibuang tetap berharga. Pahlawan kembali kepada tempatnya yang semestinya.
  5. Tuhan bisa memilih dan memakai siapapun yang Ia kenan untuk menjadi pahlawan bagi umat-Nya.

(FB.02/02/11)

Wikipedia

Hasil penelusuran

SolaAgape. Diberdayakan oleh Blogger.
 

My Blog List

Site Info

Padaleman Suci GKJ Tanjungtirto

Followers

Sekolah Agape Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template