27 Juli 2011
25 Januari 2011
APOLOS GAME: Permainan 24 Langkah Cerdas Alkitab
14 Desember 2010
Hati Raja-sebuah puisi
Doa Anak-anak Sekolah Minggu
- Tuhan Yesus Nanda pingin sepeda
- Tuhan Yesus berilah kesembuhan untuk temanku agar bisa sekolah lagi. Amin.
- Tuhan Yesus, terima kasih telah memberikan saya kesehatan dan sudah menaikkan saya ke kelas IV dan berikan saya kepintaran dan mempunyai nilai yang bagus. Saya ingin sekolah terus saya tidak akan menyerah. Amin. Alin.
- Terima kasih Tuhan akan karunia yang Kau berikan pada keluarga kami. Berkatilah keluarga kami yang akan mengerjakan sesuatu. Amin.
- Tuhan Yesus terima kasih saya sehat dan segar dan naik kelas 3 sekali lagi terima kasih. Amin.
- Tuhan Yesus, terimakasih karena bisa naik kelas dan mendapatkan juara satu. Dalam nama Tuhan Yesus saya mengucap syukur. Amin.
- Ya Tuhan Terima kasih karena engkau menyehatkan kami semua ya Tuhan. Risca punya permohonan, Risca ingin, aku dapat sehat selalu dan dapat mempunyai nilai yang baik. Dan semoga orang tua kami dapat sehat dan selalu sabar. Amin.
- Ya Tuhan terima kasih karena tadi pagi sudah dibangunkan pada hari yang cerah. Tuhan saya hari ini minta agar hari ini saya diberkati. Amin.
20 Juli 2010
GKJ Tanjungtirto: “Merebut Piala Bergilir Lomba CTA se-DIY 2010”
“Merebut Piala Bergilir
Lomba CTA Anak Klasis GKJ se-DIY 2010”

Kemenangan Bersama

Providensia Allah
Sempat saat dibacakan rekap nilai pada waktu setengah jalan pertandingan, Tim CTA GKJ Tanjungtirto no. 37, pada posisi rangking III. Namun mereka berjuang sangat ulet tidak mau menyerah. Terasa pertolongan Tuhan di babak berikutnya ternyata mereka bisa mengejar dengan poin nilai 100 terutama saat menyusun potongan-potongan ayat dengan benar. "Ya, mereka pernah berlatih selama 2 kali, meski dengan ayat berbeda!", ungkap sang pelatih.

Gb. 6
Di sebelah kanan tampak dua orang guru SM berkaos biru dari GKJ Tanjungtirto, yang ikut bertugas sebagai penarik jawaban (dari ki ke kn: Lindawati & Kus Wardani)
Ya, semua tersenyum bahagia tak terkira dan sungguh melebihi harapan. Siang itu anak-anak pulang memboyong trophy bergilir, trophy tetap, hadiah, dan uang pembinaan Rp 500.00,00. Kiranya prestasi ini dapat dipertahankan kemudian, Amin.
Berikut ini rekap hasil lomba CTA yang berhasil redaksi catat:
Juara Teladan I:
Tim CTA dari GKJ Tanjungtirto (nilai:...)
Juara Teladan II:
Tim CTA dari GKJ Ambarukmo (nilai: 1440)
Juara Teladan III:
Tim CTA dari GKJ Pakem (nilai: 1440)
Juara Teladan IV:
Tim CTA dari GKJ Temon (nilai: 1260)
Juara Teladan V:
Tim CTA dari GKJ Samirono Baru (nilai: 1340)
Juara Teladan VI:
Tim CTA dari GKJ Minomartani (nilai:...)
(RTY-2010)
29 September 2009
Yesus Mengutus Murid Berdua-dua
Acara Keakraban Praremaja dan Remaja GKJ Tanjungtirto
“Dari pos 1 apa yang kamu dapatkan?” tanya Pendeta Sundoyo kepada salah satu peserta outbond.
“Soal,” jawab anak praremaja itu polos.
“Apalagi selain itu?”
“Ya, soal,” jawabnya lagi dengan nada agak melengking. Para peserta yang mendengar jadi tertawa.
“Kalau begitu…,” Pak Pendeta mulai mengalah. Beliau sibuk mencari-cari pertanyaan yang lebih tepat. Setelah itu, Pak Pendeta bertanya sekali lagi, “Apa manfaat yang kamu dapat dari sana?”
“Kerja sama.”
Nah…! Semua lega. Pertanyaan pun terjawab. Pak Pendeta dan hadirin tertawa. Mereka sekalian bertepuk tangan gemuruh.
Sebelum menyampaikan renungan yang diselenggarakan dalam acara outbond di Kompleks Aerowisata, Minggu (13/9), Pendeta GKJ Brayat Kinasih itu menyapa anak-anak tentang kesan-kesan mereka terhadap acara yang mereka ikuti. Anak-anak tampak antusias menjawab. Salah satu peserta mengaku bahwa ia berkesan dengan pos lima, sementara yang lain lagi berkesan dengan pos Sungai Yordan. Acara yang dimotori Komisi Anak dan Praremaja GKJ Tanjungtirto ini memang diikuti oleh anak-anak usia praremaja dan remaja dari GKJ Tanjungtirto.
Pendeta Sundoyo kemudian mengajak para peserta untuk menyimak Lukas 10:1–3. Dan dengan lincah pendeta muda ini membacakan petikan Firman Tuhan tersebut. Mengulang ayat yang terakhir, Pak Pendeta berkata sambil memberikan sedikit peragaan.
“Jadi, Tuhan mengutus kita seperti anak domba ke tengah-tengah …?” tanya Pak Pendeta sembari membentangkan tangannya menunjuk kepada para peserta.
Pak Pendeta sekali lagi mengulang pertanyaan itu. Dengan jenaka, beliau menunjuk pada dirinya saat berkata seperti anak domba, lalu membentangkan tangan menunjuk ke seluruh peserta saat bertanya, “Ke tengah-tengah…?”
Hadirin yang tahu, lambat laun tersadar. Mereka pun tertawa sementara yang lain menyelutuk untuk menjawab, “Manusia!”
Lewat dua ayat bacaan dalam Injil Lukas itu, Pendeta Sundoyo menyampaikan bahwa ada dua kategori pengikut Yesus. Yaitu, satu yang disebut murid dan yang lainnya simpatisan.
“Kira-kira temanmu masuk yang mana?” tanya pendeta muda ini dalam nada canda. “Kalau simpatisan, baru mencari Yesus saat membutuhkan. Kalau sakit, minta disembuhkan. Kalau pas ujian, baru ikut persekutuan. Berbeda dengan murid. Murid selalu bersama dengan Tuhan.”
Yesus juga mengutus murid berdua-dua. Lalu, seandainya domba di tengah-tengah serigala, bagaimana cara kita agar bisa selamat?
Salah satu peserta menyahut, “Mabur!”
“Apa domba bisa terbang?” tanya Pak Pendeta.
“Ambil langkah seribu,” seru yang lain.
“Tapi, apa domba tidak kalah cepat dengan serigala?” sergah Pak Pendeta.
Namun, ada juga yang menjawab, “Berdoa!” sementara yang lain lagi ada yang berseloroh untuk berpura-pura saja jadi serigala. Sayang, pilihan terakhir ini tidak tepat karena lambat laun serigala bisa mengetahui penyamaran tersebut.
Pak Pendeta menjelaskan bahwa sumber kekuatan domba sebenarnya ada pada gembala. “Jadi, jangan melihat pada kemampuan sendiri. Pada zaman dahulu gembala digambarkan memiliki tongkat. Ujung tongkat itu satunya lurus, sedangkan ujung lainnya melengkung. Tongkat dan gembala akan mengarahkan dan membimbing kita. Teman-teman harus punya tempat persekutuan supaya tidak dimakan serigala.”
Menutup acara Mbak Tatik, salah satu panitia penyelenggara, mengumumkan para juara outbond. Juara I dengan nilai 1410 adalah kelompok abu-abu, juara II dengan nilai 1360 kelompok kuning, dan juara III kelompok merah dengan nilai 1340. Setiap juara menyampaikan yel-yel sebelum menerima hadiahnya. Berkenan menyampaikan hadiah adalah Bapak Ngadiran, Ibu Budi Yudhaningtyas, dan Mas Wahyu Ardhianto. (#jw-untuk SolaAgape)















